TV Digital Bikin Sejahtera?

Tim RBB - 20 August 2021

 

Kalau anda membaca ini, berarti anda sudah melek digital, karena tulisan ini berada di suatu portal belajar, dimana untuk dapat melihatnya, diperlukan sambungan internet dan sistem komputerisasi (seperti pada handphone, laptop atau perangkat lainnya) yang keseluruhan itu memakai teknologi digital. Mungkin anda juga memakai aplikasi WhatsApp (WA), mempunyai akun Instagram (IG) atau Facebook (FB), melihat Youtube dan TikTok, memakai layanan Gojek atau Grab, berbelanja melalui Tokopedia, Shopee, Blibli, Buka Lapak, OLX atau lainnya. Kehidupan kita memang sudah semakin digital, dimana memanfaatkan sambungan internet, perangkat canggih dan teknologi terkini. 

Nah, sesuai dengan judul tulisan ini, kita dengar dahulu lagu berikut (anda bisa ikut bernyanyi gembira yang akan meningkatkan imunitas tubuh agar menjadi sehat dan bugar).

Berikut syair lagunya: 

Kawan kini tiba waktunya, Analog Switch Off, Maju menjadi lebih baik, Digital Switch On. Gambarnya jernih suara bersih, semua tayangan, kinclong. Kita sambut yang baru TV Digital Indonesia. Sejahtera bersama TV Digital Indonesia. Analog Switch Off, Digital Switch On, Analog Switch Off Oke. Walau TV model yang lama, Analog Switch Off. Dengan kotak Set Top tambahan, Digital Switch On. Gambarnya bersih suara jernih, semua tayangan, kinclong.

Sesuai judulnya 'Analog Switch Off' atau disingkat ASO, lagu diatas menjelaskan program pemerintah yang akan mematikan siaran TV analog lalu menggantikannya dengan siaran TV digital. Lalu pada lagu diatas terdapat juga kalimat 'Sejahtera Bersama TV Digital Indonesia'. Mungkin anda bertanya-tanya, bagaimana sih siaran TV digital bisa membuat sejahtera?

Siaran TV Digital Yang Gratis, Bersih dan Jernih

Saat semua sudah semakin digital, ada saja yang tertinggal di negara kita tercinta ini, salah satunya adalah siaran TV. Ya, negara kita masih memakai TV analog, yang antenanya kadang masih perlu diputar-putar saat gambarnya kabur, apalagi kalau sedang hujan lebat, bisa terlihat hanya seperti sekumpulan semut atau bintik-bintik di layar. Berbeda dengan siaran TV digital yang memakai sinyal digital, tidak ada lagi gambar kabur melainkan bersih dengan suara yang jernih karena didukung sinyal digital yang relatif stabil dan tidak menurun.

Di dunia-termasuk kawasan Asia Tenggara-, Indonesia adalah negara yang tertinggal dalam konsep siaran TV, karena masih saja memakai saluran TV analog. Sejak tahun 2006, negara-negara di dunia sudah mulai melakukan Analog Switch Off (ASO), yaitu mematikan siaran TV analog dan beralih ke siaran TV digital. Malaysia sendiri sudah menerapkannya tahun 2019, bahkan Vietnam, Myanmar dan Thailand melakukan ASO tahun 2020. Tentu ini bukan adu gengsi atau ikut-ikutan. Pemerintah Indonesia yang sedianya melakukan ASO tahun ini yaitu tahun 2021, menunda sampai tahun depan karena faktor pandemi. Ini adalah program penting, karena begitu banyak manfaat siaran TV digital, sementara TV sendiri adalah saluran hiburan, informasi dan edukasi yang merakyat, murah bahkan gratis dan meriah.

Saatnya Bermigrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat Dan Kedaulatan Bangsa Indonesia

Untuk mewujudkan siaran TV digital di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah sudah mulai melakukan pembangunan infrastruktur sejak tahun 2012. Beberapa wilayah di Indonesia sudah dapat mengakses saluran TV digital. Untuk mengakses siaran TV digital diperlukan TV model Digital atau bisa juga dengan TV analog model lama namun dengan alat tambahan yang dinamakan Set Top Box (STB). Alat STB yang berbentuk kotak itu akan menangkap sinyal digital melalui antena, lalu disiarkan melalui pesawat TV analog. Hal ini membuat rakyat Indonesia yang masih mempunyai perangkat TV analog-yang biasanya bongsor, berbadan besar, dengan teknologi tabung ataupun TV LCD dan LED yang sudah langsing namun masih berteknologi analog-, tetap bisa memakai TV model lamanya itu.

Saat tayangan TV digital yang semakin bersih, jernih dan minim gangguan, sudah bisa diakses, maka arus informasi dan edukasi melalui TV akan lancar diterima masyarakat. Tidak hanya itu, dengan saluran digital, maka frekuensi yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan konsep analog yang boros frekuensi. Dengan frekuensi digital, maka semakin tersedia frekuensi yang bisa digunakan untuk membuat stasiun televisi baru dengan berbagai tayangan yang beragam. Dengan aturan, pengawasan dan pendampingan yang ketat dan baik dari pemerintah, maka tayangan-tayangan TV yang positif dan bermanfaat akan semakin bisa dinikmati masyarakat, untuk mendapatkan informasi dan edukasi yang bermanfaat. 

Dengan Analog Switch Off (ASO), maka frekuensi analog-yang boros itu- dimatikan, sehingga jumlah frekuensi yang bisa digunakan semakin tersedia, ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak. Peluang masyarakat untuk mengakses internet semakin besar dan lancar, begitupula sambungan telepon-termasuk handphone-, akan semakin lancar. Bisa kita pahami kenapa TV digital ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan. Bukan hanya sekedar TV digital, tapi manfaatnya lebih banyak dan luas. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita sukseskan migrasi ke TV Digital. Indonesia Sejahtera!