Kenyataan (ter) Penting Dalam Hidup

Tim RBB - 10 April 2021

Saya tuh dulu sering merasa pusing, stress, tertekan, lelah dengan sesuatu, seseorang, pekerjaan dan hidup ini secara keseluruhan. Tapi kemudian lambat laun ada kenyataan-kenyataan hidup (yang menurut saya  penting dan mendasar) yang saya pahami dan terima, dimana akhirnya mengarahkan pada sikap ikhlas, syukur dan yang tak diduga, mendatangkan kekuatan, ketenangan dan rasa nyaman dalam keseharian.. 

KENYATAAN HIDUP

Tentang Kepercayaan

  • Ternyata keberadaan Tuhan itu logis, sejauh yang saya pikirkan dan pahami. Tidak mungkin keseimbangan bumi dan kehebatan mahkluk yang ada itu hanya kebetulan. Apalagi disekitar bumi tidak ada planet lain yang sekeren bumi, atmosfir, grafitasi, flora-fauna, dengan makhluk seperti manusia (kalaupun ada yang seperti bumi dan manusia di galaksi lain, tetap tidak mengubah pikiran saya). Bayangkan dari setitik sperma yang teramat kecil dan tak bisa dilihat kasat mata, namun bisa menjadi manusia yang luar biasa rumit, organ maupun syarafnya. Pastilah ada sang Pencipta. Mesin buatan manusia paling canggihpun masih jauuuh sekali dari kehebatan dan kerumitan organ tubuh dan kemampuan manusia. Kalaupun manusia bisa membuat ciptaan yang mendekati dirinya, tetaplah ada sosok sang Pencipta Agung yang menciptakan manusia 'pencipta kecil' itu. Logis.

  • Pencipta itu Maha Baik, Maha Perencana, Maha Agung dan Maha Bijak. Itu terlihat dari hasil ciptaan Nya, dari Alam Raya, dari kejadian sehari-hari, dari ajaran-ajaran baik yang diturunkan dan tidak bisa disangkal kebenarannya.

  • Ternyata kepercayaan saya akan adanya sang Maha Pencipta itu masih jauuuuh sekali dari 'cukup' baik. Saya masih sering khawatir, takut, sombong, egois, serakah, pengeluh dan banyak sekali sikap yang seolah-olah meniadakan keberadaan Tuhan. Yang Maha Kuasa, Maha Baik dan Maha Perancang itu. Saya masih banyak kekurangan, masih munafik.

Dengan pemahaman diatas maka inilah kenyataan secara umumnya: 

  • Jelas terlihat ketidak adilan fisik dan lingkungan manusia sejak lahir. Contohnya ada yang cacat, orangtua atau negara miskin, buruk rupa, namun ada yang bertubuh sempurna, orang tua atau negara kaya, wajah menawan.

  • Keadilan sesungguhnya adalah apapun kondisinya, saya bisa membangun kualitas diri secara baik dan optimal sesuai peran serta bisa merasakan bahagia, itulah kenyataan yang selaras dengan Tuhan itu Maha Adil.

  • Saya diciptakan secara unik dan berbeda, berasal dari orangtua dan lingkungan tertentu. Dengan demikian, saya punya peran dan panggilan khusus, pekerjaan khusus, pendamping khusus dan semua kekhususan lainnya.

  • Saya bebas memilih, saya bebas berkehendak, tetapi jalan terbaik hanya satu, pilihan terbaik hanya satu, saya hanya dibebaskan mau mengambilnya atau tidak. Walau saya mungkin tidak mencapai yang terbaik, setidaknya saya tidak mengambil jalan dan pilihan terburuk.

  • Otak mengendalikan diri saya seluruhnya Baca Tentang Otak Disini. Bagaimana saya merasakan, berfikir, bertindak, memilih agama, memilih pekerjaan, memilih pasangan, memilih kehidupan sehari-hari dan lain sebagainya.

  • Hidup saya dipenuhi dengan keinginan dan tujuan, dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan saat tidur, keinginan itu selalu ada.

  • Keinginan memberi arah bagi saya. Mengarahkan langkah, tetapi tidak harus dicapai, tidak harus terwujud.

  • Keinginan itu ujung-ujungnya menuju dua kelompok perasaan, yaitu kelompok senang atau kelompok bahagia (bermakna, bernilai, berarti, bersyukur)

  • Kesenangan bisa-dan sering sekali- mengarahkan pada keburukan

  • Kesusahan selalu bertujuan baik, 

  • Saya hanya bertanggungjawab pada perilaku saya sendiri. Bertanggungjawab pada tanggungjawab sesuai peran dan posisi saya sendiri, pada ucapan, pikiran, dan hidup saya secara keseluruhan.

  • Hidup saya bisa berakhir kapan saja, bisa puluhan tahun lagi, besok atau lima menit lagi.

Dapatkan tulisan dan materi lain, klik Berbagai Materi BFA. Dapatkan sesi Refleksi & Kiat Memenangkan Era Pandemi 4.0 atau A Pleasure Awareness 

(Nowan ARK)